Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya (HR. Thabrani)

Saturday, 28 May 2016

Posted by Anisa Wilujeng in | 21:27 3 comments
Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Halo pemirsa sekalian, apa kabar? :D
In this great occasion, I would like to share something with you. Two weeks ago, I joined in Qur’anic Parenting Class. Now, I want to share it.


Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. 
(HaditsShahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).


Ada beberapa usaha yang dapat kita lakukan untuk mengenalkan Al-Qur’an kepada anak-anak kita:
1. Mengajarkan huruf Iqra’ sebelum SD

2. Biasakan di setiap ruangan dalam rumah kita terdapat Al-Qur’an
Hal ini untuk membiasakan anak terbiasa melihat Al-Qur’an sejak dini. Nah, kalo punya mobil, jangan lupa menyediakan Al-Qur’an juga di dalam mobil.

3. Memilih Al-Qur’annya sendiri
Biarkan anak memilih Al-Qur’an nya sendiri. Barang yang dipilih atas kehendaknya sendiri pasti akan lebih disenangi. Lagi pula, untuk urusan agama jangan terlalu itung-itungan. Berapa sih harga Al-Qur’an? Semahal-mahalnya Al-Qur’an pasti masih mahal HP kita.

4. Rukuh terbaik
Nah, ini juga termasuk bagian penting. Biarkan si anak memilih model rukuh yang ia senangi.

5. Rekreasi Qur’an
Agendakan kegiatan ini. Isi kegiatannya sebenarnya simple saja. Tamasya yang di dalamnya tetap ada unsur pengajaran Al-Qur’an

6. Masjid
Membiasakan anak dekat dengan masjid. Caranya? Ya mungkin kalo misal mau jemput si anak, ntar janjiannya bisa di masjid. Kalo misal sedang perjalanan jauh dan ingin istirahat sejenak, beristirahat di masjid.

7. Mengapresiasi guru Al-Qur’an anak kita



Sekian hal yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat! Semangatttt! :D

Wednesday, 25 May 2016

Posted by Anisa Wilujeng in | 22:36 No comments
Coaching Muslimah
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Halo saudara-saudara sebangsa dan setanah air ^_^
Apa kabar? 

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi cerita tentang kelas yang saya ikuti baru-baru ini. Coaching Muslimah Class. Sudah ada yang tahu kelas apa itu?

Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk mencari solusi persoalannya sendiri-sendiri. Hanya saja, terkadang, masih banyak yang bingung harus memulai dari mana, harus melakukan apa. Padahal, sebenarnya setiap dari kita sudah memiliki cara/pandangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hanya mungkin perlu penegasan/garis bawah saja. Dan tugas seorang coach (panggilan konselor dalam istilah coaching) adalah menyadarkan dan menegaskan kepada coachee (panggilan client dalam istilah coaching) atas pernyataan-pernyataannya.

Prinsipnya adalah ‘menyetrum’ kesadaran seseorang akan potensinya untuk menyelesaikan sesuatu dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kuat. Coaching ini berbeda dengan konsultasi loh ya. Kalo konsultasi itu lebih kepada memberikan nasihat kepada client secara langsung, sedangkan coaching menggugah kesadaran coachee melalui pernyataan-pernyataan yang diutaran coachee itu sendiri dengan cara memberikan pertanyaan yang tepat. Jadi, di akhir coaching tersebut, coachee akan mempunyai kesadaran secara penuh tentang hal apa yang akan dia kerjakan dan mengapa ia melakukan hal ini-itu. Pemaknaan.

Tadinya saya hanya ikut-ikut kelas ini, penasaran tentang coaching itu apa. Eh, ternyata hal-hal yang saya dapatkan di kelas ini sungguh luar biasa. Di sini, kami ada sekitar 10 orang. Rata-rata sudah ibu-ibu, hehe. Hanya bertiga saja yang masih nge-jomblo (termasuk saya), haha. Mm, tapi walaupun sudah ibu-ibu, tetapi ibu-ibu yang ada di kelas ini sangat luar biasa, betapa beruntungnya saya bisa berkenalan dengan mereka.



Coaching ini bisa digunakan untuk membantu keluarga, sahabat, teman, ataupun orang lain yang sedang kebingungan menentukan langkahnya. Oh ya, coaching ini juga bisa dilakukan untuk diri sendiri loh. ^_^

Berikut beberapa pertanyaan yang bisa digunakan:
1. Tujuan/ apa yang ingin dituju/dibicarakan
2. Seberapa penting tujuan tersebut (persentase)
3. Yang sudah direncanakan untuk merealisasikannya apa saja?
4. Realita yang ada sekarang untuk mencapai tujuannya, ada dipoint berapa? (rentang point 1 – 10)
5. Bagaimana dengan point yang belum? Kemunginan apa yang dilakukan untuk mewujudkannya?
6. Perencanaan yang akan dilakukan?

Nah, jika sudah tau apa yang hendak dilakukan, coach juga harus melakukan pemantauan lebih lanjut tentang seberapa jauh pelaksanaan perencanaan yang telah dilakukan oleh coachee. (^_^)
Selamat mecoba, semoga berhasil! ^_^

Friday, 20 May 2016

Posted by Anisa Wilujeng in | 08:46 No comments

"Eksistensi Tuhan saya haruslah perkasa, bisa diandalkan, lebih kuat, lebih kaya, bila dimintai tolong selalu bisa, bila dimintai rezeki tidak pernah kehabisan, karena Tuhan saya adalah tempat saya bergantung. Tuhan saya tidak mungkin sama dengan makhluk. Karena itu saya memilih Islam sebagai agama saya, yang memiliki Tuhan sesuai eksistensi tersebut."
(Agus Mustofa)

Thursday, 19 May 2016

Posted by Anisa Wilujeng in | 05:12 No comments
Assalamu'alaikum..
Asikkk! Yuk, para scholarship hunters, merapattt
Posted by Anisa Wilujeng in | 05:07 No comments
Assalamu'alaikum...
Asik asik asik!
Merapat merapat merapat!
SEMANGAT!

Tuesday, 17 May 2016

Posted by Anisa Wilujeng in | 17:56 No comments
Assalamu’alaikum Wr.Wb. ^_^

S.Pd. Sarjana Pendidikan. Ah, begitu beratnya gelar yang disematkan ini. Kalo yang lain mungkin bangga dengan adanya gelar yang tersemat ini, maka saya adalah salah satu orang yang merasa ngeri mendapatkan gelar ini. Saya lebih suka mereka tidak menyebut-nyebut hal ini. Alasan: ketidakpantasan saya, kengerian gelar ini pula.

Bagi saya, bergelar sarjana pendidikan berarti menjadi siap menjadi panutan, siap melayani, dan tentu saja siap belajar ilmu sabar sekaligus ikhlas setiap saat.

Sejak kecil, saya mempunyai cita-cita menjadi seorang guru. Guru yang hebat. Guru bisa memfasilitasi dengan totalitas.

Saya suka belajar, terlebih saat belajar di sekolah. Saya suka sekali mengamati bagaimana masing-masing guru membawakan petualangan dalam belajar. Tentu saja bermacam-macam hasilnya; ada yang buat ngantuk, ada yang buat ketegangan tubuh meningkat berkali-kali lipat, ada yang hanya menuntaskan materi pelajaran, ada yang rajin memakai berbagai macam metode pelajaran, ada yang membawakan pelajaran seperti seornag motivator, ada yang tak acuh terhadap siswanya, dan ada yang tulus mengajarkan sesuatu pada siswanya.

Saya suka tipe guru yang tulus saat memberikan ilmu kepada siswanya (walaupun dengan cara yang sangat membosankan, apalagi jika caranya juga oke). Guru tersebut adalah guru yang berkesan bagi saya. Ya walaupun pada akhirnya saya sering belajar secara mandiri, tapi nasehat-nasehat dari guru tersebut selalu saja terngiang-ngiang. Mungkin karena penyampaiannya dari hati maka akan sampai ke hati. Saya mengapresiasi setiap orang yang menuju perbaikan, termasuk guru.

Guru adalah profesi yang menuntut manajemen tingkat tinggi karena yang diurusnya adalah ‘manusia’, bukan benda mati. ‘Manusia’ yang setiap dari mereka membawa keunikan masing-masing. Dan lihatlah permasalahan pendidikan saat ini, begitu kompleks. Begitu banyak perbuatan ‘menjijikan’ terjadi (korupsi, tindakan kriminal, pergaulan bebas, dsb). Ahh, tetapi mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Dan untuk itu jugalah medan pertempuran ini yang akan saya ambil, ‘Dunia Pendidikan’ sebagai tanggung jawab dan dedikasi saya sebagai anak bangsa juga kepada gelar yang telah tersemat. Belajar lagi, belajar terussss biar bisa jadi guru yang hebat! Guru yang tangguh! ^_^

Masing-masing dari kita memiliki tugas masing-masing kan? Dimanapun kita berada, semoga selalu bermanfaat. Menebar dan mengajarkan kebaikan dengan cara apapun.

Salam Semangat! Salam Pembelajar!


Wassalamu’alaykum Wr.Wb.

Monday, 16 May 2016

Posted by Anisa Wilujeng in | 00:31 No comments
Assalamu’alaikum..
Halo kawan-kawan? Apa kabar? :D
Masih semangattt? Harus dong yaa. :)


I wanna write something.
Sampai saat ini, aku masih ingat perbincangan kedua teman saya ini. Mereka memang cukup unik, hehe. Kalo ingat obrolannya bikin ketawa, haha. Saya akan simbolkan nama mereka, Si IA dan si SL. AI suka semacam tinjauan ilmiah. SL selalu melihat apapun dengan melibatkan kebesaran dan kasih sayang Allah SWT.

Tiba-tiba terdengar suara katak (krok krok)
IA: “Kok kodok suaranya bisa gitu ya?”
SL: “Ya itu karena Kebesaran Allah.”
IA: (T_T) “Yaa iya aku tahu kalo itu. Maksudnya tinjauan yang ilmiah gitu.”

Saya yang mendengarkan hanya bisa tertawa dalam hati. MasyaAllah, kedua sahabatku memang luar biasa. Yang satu selalu penasaran dan yang satunya selalu mengingatkan. Hihi..

-------------------------------------------------------------------------------


Pernah juga terjadi perbincangan menarik pada saat kami naik gunung bersama. Saat itu saya hanya tersenyum dalam hati. Saya saat itu juga tidak menimpali karena sedang berusaha bersahabat dengan kaki saya.

Saat itu seorang kawan yang takut melangkah karena tracknya yang begitu terjal. Nah, IA berkata menyemangati “Percaya sama tali, pegang pakai kedua tangan, dan cari pijakan yang nyaman.”
Dan SL yang sudah di atas mengingatkan, “Percaya sama Allah SWT, ayooo pada bisa, bismillah.”


Ada-ada aja temen-temenku ini, tapi itulah spesialnya mereka.

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter